Asmaul Husna
1. Al-Quddus
Al-Quddus artinya Maha Suci. Allah
tersucikan dari segala macam kekurangan. Allah suci dari sifat keji, jahat dan
hal negatif lainnya. Allah tidak mempunyai istri dan anak. Allah juga tidak
memiliki kecacatan. Tidak ada yang bisa menyerupai Allah. Semua makhluk harus
tunduk kepada Allah. Menyembah selain Allah disebut syirik. Sedangkan pelakunya
disebut musyrik. Perbuatan syirik akan mendatangkan dosa. Dan pelakunya akan
masuk neraka. Al-Quddus juga berarti Maha Tinggi dan Maha Agung. Mensucikan
Allah adalah Ibadan yang agung. Semua makhluk didunia ini selalu bertasbih
kepada Allah. Jika hewan dan tumbuhan saja berzikir. Maka manusia sebagai
makhluk Allah yang mulia harus taat kepada-Nya. Manusia harus selalu menebarkan
kebaikan. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya Itulah
ciri-ciri orang yang bertaqwa. Bertasbih adalah salah satu cara mensucikan
Allah. Dengan bertasbih bisa mendekatkan diri kepada Allah.
2. Al-Muhaimin
Kata
al-muhaimin berasal dari kata haimana yuhaiminu. Al-Muhaimin artinya memelihara
atau menjaga. Al-Muhaimin bisa juga diartikan menjadi saksi. Zat yang
membenarkan atau menyalahkan. Kata al-Muhaimin muncul dalam al-Qur’an sebanyak
dua kali. Pertama sebagai sifat al-Qur’an dalam surat al-Maidah ayat 48 :
Artinya : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran,
membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya)
dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu….” A-Qur’an menjadi saksi
atas kitab-kitab terdahulu. Kedua sebagai sifat Allah dalam surat al-Hasyr ayat
23 : Artinya : “Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci,
yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang
Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan.” Allahlah yang memelihara seluruh
makhluk-Nya. Baik keselamatannya maupun kesejahteraannya. Kekuasaan Allah
sangatlah luas. Tidak ada makhluk yang dapat menandinginya. Allahlah yang
menciptakan langit dan bumi. Manusia harus selalu berbuat baik. Karena Allah
maha melihat dan maha mendengar. Allah bisa mengetahui peristiwa dimasa lalu,
kini dan masa depan. Tidak ada tempat sembunyi bagi kita. Sebagaimana firman
Allah dalam surat al-An’am ayat 10 : Artinya : “Dan sungguh telah
diperolok-olokkan beberapa Rasul sebelum kamu, Maka turunlah kepada orang-orang
yang mencemoohkan di antara mereka Balasan (azab) olok-olokan mereka.” Apabila
kita berbuat kesalahan harus segera bertaubat. Serta mengganti dengan perbuatan
yang baik. Setiap perbuatan kita diawasi oleh Allah. Kelak Allah akan meminta
pertanggungjawabannya. Orang yang baik akan mendapat balasan surga. Sedangkan
orang yang jahat akan mendapat balasan neraka.
3. Ash-Shamad
Ash-shamad
adalah zat yang dituju dalam setiap kebutuhan. Allah tempat meminta pertolongan
disetiap kesulitan. Allah maha perkasa. Dia tidak makan dan minum.
Allah tidak pernah
sakit seperti manusia. Allah tidak memerlukan siapapun. Sebaliknya manusia selalu
memerlukan Allah. Kata ash-shamad hanya disebutkan satu kali dalam al-Qur’an
Yaitu dalam surat al-Ikhlas ayat 1-4 : Artinya :
1. Katakanlah:
“Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan
yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak
dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada
seorangpun yang setara dengan Dia.” Allah tempat bergantung segala sesuatu. Bergantung kepada Allah bukan berarti kita tidak
boleh berusaha. Kita harus tetap berusaha serta berdoa kepada Allah. Bila kita
bergantung kepada Allah. Kita akan menyadari bahwa Allah maha berkuasa. Sifat
ash-Shamad menandakan bahwa kekayaan Allah tidak akan habis. Meskipun sudah
dibagikan untuk kebutuhan makhluknya. Manusia tidak boleh meminta kepada selain
Allah. Misalnya meminta pertolongan setan dan sebagainya Karena hal itu
termasuk perbuatan syirik. Syirik akan mendatangkan dosa. Kelak pelakunya akan
disiksa didalam neraka.
4. Al-Badi’
Al-Badi’
adalah zat yang menciptakan sesuatu tanpa didahului. Allah tidak dilahirkan karena
itu Allah tidak mempunyai orang tua. Allah maha Esa dan maha Tunggal. Baik
zatnya, sifatnya maupun perbuatan-Nya. Allah yang menciptakan semua makhluk
didunia ini Dan manusialah yang diciptakan dalam bentuk yang paling baik. Untuk
itu kita harus banyak bersyukur kepada Allah. Dengan tidak menyekutukan-Nya.
Dia juga yang menumbuhkan pepohonan. Menciptakan mata air, menurunkan hujan
dari langit. Semuanya untuk kebutuhan manusia. Sebagaimana firman Allah dalam
surat al-Baqarah ayat 117 : Artinya : “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila
Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya
mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar