Rabu, 27 Desember 2017

BUKTI-BUKTI KENABIAN NABI MUHAMMAD SAW


A.    Peristiwa yang Mengiringi Malam Kelahiran Nabi Muhammad SAW
1.     Kesaksian pedagang Yahudi Makkah dan Yahudi penduduk Yatsrib
Ada seorang pedagang Yahudi yang tinggal di Makkah. Pada malam kelahiran Rasulullah, dia bertanya di perkumpulan orang-orang Quraisy; apakah ada anak yang lahir di antara kalian malam ini? Mereka menjawab: kami tidak tahu.....
Si Yahudi menjelaskan: pada malam ini lahir Nabi terakhir ummat ini, Ahmad (yang terpuji). Kalau kalian salah, berarti dia (lahir) di Palestina. Di antara dua pundaknya ada tahi lalat hitam kekuningan.
Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing, sebagian dapat kabar bahwa di malam itu lahir seorang anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib yang diberi nama Muhammad.
Besoknya mereka bersama si Yahudi mendatangi bayi tersebut. Saat melihat tahi lalat di belakangnya si Yahudi langsung pingsan. Setelah siuman, orang-orang Quraisy bertanya: ada apa denganmu? Jawabnya: keNabian telah hilang dari Bani Israel, al-Kitab telah lepas dari tangan mereka.
2.     Peristiwa di Persia
Di malam kelahiran Rasulullah SAW, istana Kisra hancur, empat belas berandanya runtuh, api Persia (sesembahan orang-orang Majusi) yang tidak pernah padam selama seribu tahun menjadi padam, danau, sawah menyurut.



B.    Masa Kanak-Kanak Nabi Mjhammad SAW
Walaupun masih kanak-kanak, Nabi Muhammad SAW kecil telah memiliki tanda-tanda bahwa beliau adalah calon Nabi dan Rasul. Pada masa kanak-kanak, Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan tanda-tanda keNabian.
Ia sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ketika berusia 5 bulan, Muhammad sudah bisa berjalan. Pada usia 9 bulan, Muhammad sudah bisa berbicara. Ketika berusia 2 tahun Muhammad sudah di lepas untuk menggembala kambing bersama anak-anak Halimah
Pada suatu hari ketika beliau sedang bermain bersama anak-anak lain, Nabi Muhammad SAW didatangi Malaikat Jibril. Malaikat Jibril memegangi Nabi Muhammad dan membelah dadanya. Malaikat Jibril mengeluarkan jantung Nabi Muhammad dan menyingkirkan sebuah gumpalan seraya menyatakan: “inilah bagian dirimu yang dikuasai setan”. Malaikat Jibril kemudian memandikan Nabi Muhammad dalam baskom dari emas dengan air dari sumur zam-zam yang suci di dekat Ka’bah, sebelum menutup kembali dada Beliau.
Teman-teman Nabi berlari mendatangi Halimah sambil menjerit-jerit, “Muhammad dibunuh!”. Sewaktu mendekati Muhammad, Halimah tampak pucat, dan terkejut Muhammad baik-baik saja.
Nabi Muhammad adalah Nabi yang terjaga sejak kecil karena beliau tidak pernah menyembah berhala seperti orang-orang di sekitarnya. Beliau tidak pernah makan daging hewan yang disembelih untuk kurban berhala. Nabi Muhammad juga tidak pernah minum-minuman yang memabukkan, berfoya-foya sebagaimana kebiasaan orang Arab saat itu.




C.     Pengasuhan Pamannya
Menurut adat kebiasaan, jika bertambah jiwa tentulah bertambah pula beban dan biaya hidup. Bagi Abu Thalib, lain halnya dari yang lain, bahkan sebaliknya yang terjadi. Jika dia makan bersama dengann Muhammad, maka makanan yang sedikit menjadi berat, cukup dan kenyang, tetappi jika makan tak bersama Muhammad, maka makanan itu berkurang-kurang dirasakannya. Oleh karena itu, mereka selalu makan bersama Muhammad. Abu Thalib sangat sayang kepada Muhammad lebih dari menyyangi anaknya sendiri.
Abu Tahlib juga terkejut ketika tahu bahwa perilau anak ini berbeda dengan perilaku anak-anak lainnya. Tak seperti anak-anak sekitarnya, Muhammad SAW tak pernah tamak dengan makanan. Tak seperti adat yang berlaku pada masa itu, Muhammad selalu menyisir rapi rambutnya, dan wajah serta tubuh Muhammad selalu bersih.
Suwau hari Abu Thalib ingin Muhammad berganti pakaian di hadapan Abu Thalib sebelum pergi tidur. Si kecil Muhammad tak menyukai keinginan seperti itu. Namun, karena tak dapat mentah-mentah menolak keinginan pamannya, si kecil Muhammad meminta pamannya untuk memalingkan mukanya ketika Muhammad melepaskan pakaiannya. Tentu saja Abu Thalib kaget, karena orang dewasa Arab sekalipun pada masa itu tak menolak bila diminta telanjang bulat di hadapan orang lain. Kata Abu Thalib: “aku tak pernah mendengar dia berohong, juga tak pernah aku melihat dia melakkukan sesuatu yang tak senonoh. Kalau perlu saja Muhammad tertawa. Dia juga tak ingin ikut dalm permainan anak-anak dia lebih suka sendirian, dan selalu sopan, rendah hati, dan bersahaja


D.  Awan Menaungi Perjalanannya
Di dalam perjalanan ke Syam, tatkala sampai disuatu tempat yang bernama Bushra, rombongannya itu bertemu dengan seorang pendeta Nasrani yang bernama “Buhaira.”
Pendeta Bahira terheran-heran melihat sebuah kafilah dagang yang datang dari Makkad, kafilah ini sudah sering leeat, tapi kali ini tidak seperti biasanya. Di atas ereka ada awan yang menaungi perjalanan mereka. Ketika mereka berhenti di bawah sebuah pohon, awan itu pun berhenti. Pendeta ini memandangi rombongan ini seakan mencari sesuatu dari mereka dia mendekat, lalu memegang tangan Muhammad yang masih anak-anak sambil berkata: “ini adalah pemimpin dunia dan Rasul Tuhan semesta alam, Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi alam semesta.”
Beberapa sesepuh Quraisy bertany: “engkau tahu dari mana?” , “saat kalian datang, pohon dan batu menunduk sujud. Kedua-duanya tidak sujud (kepada manusia) selain kepada seorang Nabi. Dan saya juga mengetahui dia (sebagai Nabi) dari Khatam an-Nubuwah yang ada di pundaknya...”
Pendeta menjamu makan rombongan Abu Thalib dengan maksud untuk memperhatikan satu persatu orang yang manakah yang telah membawa tanda-tanda keNAbiannya itu?
Semula Nabi tidak pergi ke rumah pendeta dan selaku anak kecil dia tinggal menunggu barang dagangannya itu. Setelah pendeta tidak menemukan yang di carinya, maka bertanalah dia kepada Abu Thalib: “adakah di antara tua-tuan yang belum datang kemari?” saya ini akan menjamu semuanya. Sahut Abu Thalib”ada seorang anak kecil, keponakan saya sendiri, dia sedang menunggu barang dagangan.” Jawab pendeta itu: “bawalah dia kemari sekalipun dia masih anak-anak.”


Kemudian Muhammad datang ke tempat pendeta itu. Setelah berhadapan muka dnegan pendeta, maka pendeta itu memperhatikan gerak-gerik dan sifat-sifat serta tanda yang dicarinya. Semua itu terdapat pada diri Muhammad.
Maka pendetapun memuji-muji Muhammad dan memberi nasehat kepada Abu Thalib, supaya anak ini dipelihara baik-baik, karena anak inilah yang akan menjadi pemimpin ummat dikemudian hari. Andaikata diketahui oleh orang Yahudi, bahwa anak inilah yang menjadi Rasul di kemudian hari, tentulah mereka berusaha untuk membunuhnya. Orang Yahudi mempunyai sifat busuk hati, dan mereka menginginkan orang yang menjadi Rasul itu hendaknya dari kalangan Bani Israil saja, jangan dari bangsa lain (Arab).
Berita tentang diri Nabi Muhammad SAW bahwa ia akan menjadi pemimpin dunia dan Nabi diperkuat dengan tanda-tanda waktu kelahirannya. Tanda-tanda tersebut diperkuat juga oleh penjelasan pendeta Buhaira.
Keajaiban awan ini sangat terkenal dan telah disaksikan oleh banyak ornag termasuk Maisarah di saat pergi bersama Muhammad ke daerah Syam membawa dagangann Khadijah, demikian juga Khadijah, pembantu-pembantu wanitanya, dan lainnya.

E.     Rahim Khadijah yang Berusia 40 tahun Menjadi Subur
Nabi Muhammad SAW menikah di usia yang ke 25 dengan Khadijah yang berusia 40 tahun. Seperti biasanya, usia 40 tahun adalah batas masa kesuburan perempuan. Namun ketika menikah dengan Muhammad, justru rahim Khadijah menjadi semakin subur. Dari hasil perkawinan yang berkah ini, lahir 6 orang anak yaitu: Qasim, Ummu Kultsum, Ruqayyah, Zainab, Fatimah, dan Abdullah.



F.     Tanda Kelahiran yang Ada di Antar Dua Pundaknya
Tanda keNAbian yang satu ini disebut dengan Khatam an-Nubuwwah yang dia bawa sejak lahir. Khatam an-Nubuwwah artinya stempel keNabian. Tanda ini adalah tahi lalat berwarna hitam kekuning-kungingan. Sebagian ulama mengatakan disitu tertulis (محمد رسول الله) (Muhammad Rasul utusan Allah).
Selain keajaiban awan, tanda ini telah membuat pendeta Buhaira menyuruh Abu Thalib yang sedang berdagang di Syam untuk segera membawa Muhammad pulang ke Makkah. Sebab, dia khawatir jika orang-orang Yahudi yang mengetahuinya akan membunuh karena iri.
Tanda ini juga yang dicari oleh seorang sahabat berkebangsan Persia, Salman Al-Farisy atas wasiat dari seorang pendeta Kristem Umuriyah, wilayah Romawi. Tanda ini pula diselidiki oleh Tanukhi atas perintah raja Romawi Timus, yang pada akhirnya membuatnya masuk Islam.

G.    Kabar Para Nabi dan Kitab-Kitab Sebelumnya
Berita keRasulan Muhammad SAW disampaika oleh pedangang Yahudi di Makkah, penduduka Yahudi di Madinah, pendeta Buhaira di wilayah Syam dan pendeta Waraqah bin Naufal di Makkah mengisyaratkan adanya kabar tersebut dari kitab dan para Nabi dahulu. Tanda-tanda keRAsulan Muhammad SAW yang diselidiki oleh Salman Al-Farisy atas wasiat seorang pendeta Kristen Umuriyah dan oleh Tanukhi, utusan raja Romawi Timur di saat itu, juga semakin memperjelas masalah ini. Namun karena disinyalir kitab-kitab terdahulu ini telah banyak dirubah oleh tangan-tangan manusia. Berita keRAsulan tersebut hampir tidak ditemukan lagi sekarang ini.
Tentang adanya pemberitaan dari Nabi Isa as, Allah SWT menegaskan di dalam Al-Qur’an:


وَإِذْقَالَ عِيْسَى آبْنُ مَرَيَمَ يَبَنِى إِسْرَءِيْلَ إِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَىةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولِ
يَأْتِى مِنْ بَعْدِى آسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بآِلْبَيِّنَتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Artinya: “ Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul utusan Allah kepada kalian, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shaf: 6).
Peristiwa-peristiwa ini merupakan bukti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar sebagai (utusan) Allah SWT yang mendapat tugas untuk menyelamatkan umat manusia dari jalan yang sesat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar